Mempertahankan cinta yang bertepuk sebelah tangan memang penuh tantangan, hati yang seakan menjadi taruhannya. mempertahankan cinta dengan kesakitan atau… pergi dan melepas semua mimpi-mimpi yang sempat terbangun indah di atas nama cinta. ya, hari demi hari aku seakan menyimpan kesakitan yang menyeruak di dasar hati. menyimpan luka yang tidak sedikitpun bisa ku ungkapkan. memang.. raganya bersamaku disini.tapi hatinya.. jauh terbang bersama mimpi-mimpi dengan wanita itu. dan jika aku boleh memilih.. aku tidak ingin berada di posisi seperti ini. dia yang memulai semuanya… perkenalan hingga persahabatan pun sempat kita rangkai. hingga akihirnya perasaan itu tumbuh walau tidak secuilpun aku bermimpi untuk mendapatkannya. karena saat itu..
perasaan tidak mungkin bisa untuk mendapatkan cinta darinya. hingga di suatu hari.. ia mengucapkan satu kata yang membuatku setengah tidak percaya. ya, dia mengucapkan cinta.. yang saat itu aku serasa di buai oleh asmara yang tidak berujung. hingga hari-hari ku pun selalu di hiasi dengan canda tawa bersamanya. sempat.. aku berfikir kalau hubungan cinta itu akan berlangsung lama dan selamanya. namun.. belum genap satu bulan hubungan kita, masalah seakan menghncurkan segalanya. ya, menghancurkan segalanya !!! hingga perasan putus asa menghinggapi benak ini. sempat mempunyai pemikiran untuk mengakhiri hidup pun ada. inginku tak ingin berpisah darinya. kehadiran wanita yang lama ia cintai telah menodai hubungan kita berdua. entah.. apa yang mereka bicarakan di kampusnya ataupun di chat yang ia sembunyikan dariku saat itu. yang aku tau… dia akhirnya kembali kepadaku dengan keadaan yang tidak meyakinkan kalau hatinya hanya untukku. selang beberapa bulan dari kejadian itu.. hubungan kita pun semakin serius.. sempat kami membicarakan tentang pernikahan. ya, pernikahan yang sakral itu pun sempat ia utarakan. bahkan.. di keluargaku pun ia sudah dekat dengan mereka. hingga janji-janji atas nama cinta pun ia ikrarkan. namun… itu tidak berlangsung lama. dua bulan kemudian.. wanita itu hadir kembali ke akun jejaring sosialnya (Facebok). sempat aku ingin beontak.. tapi apalah daya. aku.. yang hanya sebagai pacar dan aku sendiripun tidak mempunyai keberanian untuk mengungkap apa yang aku rasa sejak hadirnya wanita itu di akun facebook nya.
walaupun aku sendiri sudah meyakini… lama sebelum hal itu terjadi pun dia masih sering memikirkan wanita itu. aku yang seakan terjelembab kedalam cinta yang semu. yaa, cinta yang ia hadirkan untukku adalah cinta semu. aku hanya bisa mendapatkan raganya.. tanpa mendapatkan tulus cintanya. hingga beberapa bulan kemdian hubungan itu masih tetap kita pertahankan. dengan keyakinan yang tipis aku mencoba untuk selalu bersabar menunggu ia menyerahkan hatinya untukku. tapi apa yang terjadi ??? di bulan ke – 6 dia seakan tidak menganggap apa yang selama ini aku perjuangkan. tentang kesakitan, dan tentang perasaan seorang wanita yang mengetahui jika lelaki yang ia cintai mencintai wanita lain. di hari ke 30 bulan 6 itu dia memutuskan hubungan kita. sempat aku mencoba untuk tetap mempertahankan semuanya. namun.. lagi lagi aku tidak bisa berbuat apa-apa. aku hanya wanita biasa.. yang hanya bisa mencintai. meski cintanya tidak pernah ia dapatkan dari lelaki yang ia cintai. hingga akhirnya… aku pun hanya bisa menyerah. menyerah untuk keputusannya itu. menyerah dalam keadaan luka yang teramat dalam. namun kucoba untuk tetap tertawa jika sesaat aku mencoba menghubunginya lewat telepon. ya, bisa berbicara dan mendengar suaranya saja itu membuat aku sedikit lupa akan kenyataan yang ada. kenyataan jika hubungan kita itu memang sudah berakhir.
dan saat itu.. aku mencoba untuk menjadi teman dan sahabat seperti dulu kala. tapi apa tanggepannya ??? ia seakan menjauh dan menghindar. hingga suatu hari.. aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain pergi dan menghilang dari kehidupannya. yang aku yakin.. dia akan lebih bahagia jika aku tidak hadir di kehidupannya lagi. walau itu hanya sebatas SAHABAT. hingga saat ini.. hubungan kita pun bisa di bilang sangat jauh. jauh.. seperti orang yang tidak pernah mengenal satu sama lain. dan sampai saat ini.. aku bertahan dengan kesendirian ini. hingga rasanyaa.. aku lebih nyaman dengan keadaan ku saat ini. walau.. hati kecilku tak memungkiri jika aku masih sangat mengharapkannya. ya, aku masih sangat mengharapkannya sampai detik ini. walaupun kadang terlintas di benak ini PANTASKAH AKU TETAP MENCINTAINYA ??? walau kesakitan ini begitu mendalam. dan aku pun tidak bisa menhindar dari kata hati kecil ku sendiri. kalau aku… masih tetap mencintainya dari sini. ya, mencintainya dari kejauhan.
buat kamu yang disana… semua yang pernah kamu ucapkan kepadaku, masih tetap aku pertahankan. seperti yang pernah kita janjikan dulu.. kalau masing-masing di antara kita tidak akan mempunyai hubungan dengan orang lain sebelum kita memang siap untuk menikah. dan aku… masih tetap dengan janjiku itu. tapi entahlah dengan kamu…
ONCOMLOLLA
dwiowmy@yahoo.co.id
Source: www.ruangcurhat.com